jenis dan cara menghitung suku bunga bank

5 Dec 2016

Sebagian orang ketika mengajukan pinjaman atau kredit bank tidak memperhatikan hal- hal penting yang terdapat dalam pinjaman atau suku bunga bank tersebut. Padahal sangat di anjurkan sebelum memutuskan untuk menggunakan pinjaman dana, calon nasabah harus mengetahui secara jelas dan rinci bagaimana pinjaman yang akan di gunakannya. Akan tetapi sayangnya, tidak semua orang menganggap hal tersebut penting untuk di lakukan. Yang mereka pikirkan hanya bagaimana bisa menyelesaikan masalah keungan yang sedang membelit tanpa harus memikirkan bagaimana pinjaman tersebut nantinya.

bunga bank

Padahal mengetahui rincian dari pinjaman yang Anda lakukan penting untuk di lakukan. Bagaimana karakteristik pinjaman tersebut, seperti apa rinciannya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan. Salah satu hal yang wajib untuk di ketahui bagi calon nasabah ialah suku bunga kredit yang harus di bayarkan. Bank akan berlomba- lomba menawarkan produk jasa kreditnya dengan menggunakan suku bunga kredit dengan senjatanya. Untuk menarik perhatian nasabah, bank memberikan suku bunga yang serendah- rendahnya. Namun seharusnya untuk nasabah yang ingin mendapatkan pinjaman terbaik, bukan hanya dengan memilih suku bunga yang paling rendah melainkan harus mengetahui rincian dari bunga kredit tersebut.

Alangkah lebih baik jika Anda dalam memilih pinjaman dan suku bunganya untuk mengetahui apakah jenis bunga bank yang Anda bayarkan dan bagaimana perhitungannya. Mengapa penting untuk mengetahuinya? Karena bunga kredit ini berpengaruh pada jumlah besaran cicilan atau angsuran yang akan Anda bayar nantinya. Tipe atau jenis bunga kredit ini, masing- masing berbeda karakteristik dan cara perhitungannya. Nah, maka dari itu pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai jenis- jenis suku bunga kredit yang di gunakan oleh bank dalam menawarkan produk kreditnya. Selamat Menyimak.

Bunga flat

Salah satu jenis suku bunga yang banyak di gunakan dalam produk kredit ialah Bunga Flat. Anda tentu pasti sering melihat di brosur penwaran kredit atau pinjaman bank salah satunya ialah pinjaman tunai tanpa agunan terdapat rincian dari pinjaman yang bisa di berikan misalnya saja tercantum besaran pinjaman, jangka waktu atau tenor, dan besaran angsuran yang di bayarkan. Nah, anda bisa mengeceknya apakah besaran angsuran yang terdapat di dalam kolom tersebut sama setiap bulannya, jika iya maka itu berarti jenis bunga kredit yang di gunakan ialah suku bunga kredit flat. Karena tetap atau sama otomatis perhitungannya sangat mudah, berikut kami berikan contoh:

Perhitungan:

Bunga perbulan = (Pinjaman x suku bunga/ tahun x tenor) / Jumlah bulan.

Contoh kasus:

Pokok pinjaman : Rp 12.000.000

Bunga flat : 2 % / tahun

Jangka waktu kredit : 2 tahun atau 24 bulan

Angsura pokok : Rp 12.000.000 / 24 = Rp 500.000

Bunga perbulan : Rp (12.000.000 X 2% X 2) / 24 = Rp 20.000

Dengan begitu, mulai dari angsuran pertama sampai terakhir besarannya adalah Rp 520.000.

Bunga efektif

Jenis bunga kredit yang satu ini berbeda dengan jenis bunga flat. Jika bunga flat baik perhitungan maupun jumlah angsuran yang di bayarkan akan tetap sama setiap bulannya, untuk bunga efektif ini perhitungan angsuran pokok dan bunga nya akan berubah atau berbeda setiap bulan. Artinya, setiap bulan besaran angusran yang di bayarkan berbeda. Biasanya, jenis bunga efektif ini di terapkan pada produk kredit dengan jangka waktu yang panjang seperti Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Mengapa cocok jika di gunakan untuk kredit jangka panjang? Karena pada produk kredit jangka panjang seperti KPR adalah kredit yang tidak terburu- buru untuk di selesaikan atau di lunasi tengah jalan. Karena pada bunga efektif ini meskipun sama jumlah angsurannya, besaran bunganya lebih kecil daripada jenis bunga flat. Berbeda dengan flat yang jumlah besaran bunganya di hitung sama berdasarkan jumlah hutang, pada bunga efektif ini besaran bunga di hitung berdasarkan sisa hutang yang belum terbayarkan.

Perhitungannya:

Bunga = Saldo Pinjaman X suku bunga/ tahun X (jumlah hari / jumlah hari dalam setahun)

Contoh kasus

Pokok pinjaman : Rp 12.000.000

Bunga : 5 % /tahun

Jangka waktu kredit : 2 tahun atau 24 bulan

Besaran bunga efektif bulan 1

= Rp 12.000.000,00 x 5% x (30 hari/360 hari)

= Rp 50.000.

Angsuran pokok dan bunga bulan 1  = Rp 500.000,00 + 50.000,00 = Rp 550.000,00

Besaran bunga efektif bulan 2

= Rp 11.500.000,00 x 5% x (30 hari/360 hari)

= Rp 47.916,67

Angsuran pokok dan bunga bulan 2 = Rp 500.000,00 + 47.916,67 = Rp 547.916,67

Dapat di lihat bahwa besarnya angsuran pada bulan kedua lebih kecil dari pada angsuran pada bulan pertama.

Bunga anuitas

Berbeda lagi dengan suku bunga bank yang dengan flat dan anuitas, jenis bunga kredit yang satu ini ialah inovasi dari bunga efektif yaitu besaran angsuran yang di bayarkan setiap bulan tetap sama sehingga memudahkan nasabah dalam membayar angsuran. Besaran angsuran dan bunga pinjamannya selalu berubah setiap bulan namun besar angsuran yang di bayarkan akan tetap sama. Besarnya bunga pada jenis bunga anuitas ini biasanya cenderung besar dan perlahan mengecil porsinya hingga masa kredit berakhir.

Perhitungan:

Bunga = Saldo Pokok X suku bunga/ tahun X (jumlah hari per bulan / jumlah hari dalam setahun)

Contoh kasus:

Pokok pinjaman : Rp 24.000.000

Bunga : 10 %/tahun

Jangka waktu kredit : 2 tahun atau 24 bulan

Besaran bunga bulan pertama

= Rp 24.000.000,00 x 10% x (30 hari/360 hari)

= Rp 200.000,00

Jumlah angsuran bulan pertama

Rp 907.478,00 + 200.000,00 = Rp 1.107.478,00

Besaran bunga bulan kedua

= Rp 23.092.522,00 x 10% x (30 / 360)

= Rp 192.438,00

Jumlah angsuran bulan kedua

Rp 915.040,00 + 192.438,00 = Rp 1.107.478,00

Jika di lihat dari perhitungan di atas maka jelas, memang besarnya bunga dan angsuran pokok setiap bulannya berubah namun jumlah angsurannya tetap sama yaitu Rp 1.107.478,00.

Bunga tetap (fixed)

Bunga tetap atau fixed ialah yang besaran atau prosentase bunga nya selalu tetap dan sama. Setiap produk pinjaman biasanya akan di jelaskan bahwa bunga kredit tetap ini harus di bayar sama selama jangka waktu tertentu. Perhitungan bunganya ialah dengan berdasarkan sisa pokok pinjaman. Jumlah bunga akan di hitung berdasarkan sisa dari hutang pokok yang belum terbayarkan sedangkan angsuran pokoknya tetap sama.

Bunga mengambang (floating)

Sangat berbeda dengan jenis bunga tetap atau fixed rate, bunga mengambang atau floating rate ialah bunga yang di kenakan pada pinjaman akan berubah dan menyesuaikan dengan dinamika suku bunga kredit di pasar. Jadi, tidak bisa di tetapkan bahwa prosentase bunganya akan tetap seperti bulan pertama peminjaman. Bisa saja lebih tinggi ataupun malah lebih rendah.

Itulah beberapa jenis suku bunga bank kredit yang biasanya di gunakan pada produk pinjaman atau kredit. Ketahui dan pahami jenis bunga bank ini untuk mendapatkan pinjaman yang terbaik. Semoga Bermanfaat.


TAGS suku bunga bank


-

Author

Mengulas berbagai informasi terutama tentang keuangan, investasi dan macam-macam kredit

Follow Me